Bacaan 2: Potret Pendidikan Indonesia Vs Finlandia
Berbicara mengenai pendidikan
di Indonesia, rasanya masih banyak orang yang berpandangan “miring” terhadap
hal ini. Mulai dari sistem pendidikan yang berubah-ubah, masih rendahnya
kualitas pendidikan anak bangsa, karakter siswa yang tak kunjung membaik, sarana
pendidikan yang tak merata, hingga perihal gaji guru honor yang masih tak ditingkatkan.
Indonesia tentu harus banyak
belajar kepada negara lain agar bisa menyelamatkan pendidikan genarasi
bangsanya. Ada beberapa negara yang dikenal dengan sistem pendidikannya yang
cermelang, seperti Korea Selatan, Jepang, Hongkong, Singapura, hingga
Finlandia.
Finlandia adalah salah satu
contoh negara yang sudah terkenal dengan sistem pendidikannya yang terbaik di
dunia. Negara yang terletak di bagian Utara Benua Eropa itu memiliki sistem
pendidikan yang unik, berbeda dengan sistem yang biasa dilaksanakan di
negara-negara Benua Asia. Jika dibandingkan dengan Indonesia, apa saja sih
perbedaan sistem pendidikan antara Indonesia dan Finlandia.
1. Di Finlandia, Anak-Anak Baru Boleh Bersekolah
Setelah Berusia 7 Tahun
Berbeda dengan Indonesia yang kini orang tua muda sangat
semangat menyekolahkan anaknya di PAUD saat berusia 3 atau 4 tahun, di
Finlandia justru anak-anaknya baru boleh mengenyam pendidikan di usia 7 tahun. Hal
ini didasari oleh pertimbangan
mendalam terhadap kesiapan mental anak-anak untuk belajar. Mereka juga meyakini anak-anak di bawah usia 7
tahun diutamakan untuk bermain, berimajinasi, dan menemukan jawaban sendiri. Anak-anak di
usia dini justru didorong untuk lebih banyak bermain dan bersosialisasi dengan
teman sebaya.
2.
Cara
Belajar Ala Finlandia: 45 Menit Belajar, 15 Menit Istirahat
Jika di Indonesia, siswa rata-rata di dalam kelas belajar
3-4 jam pelajaran baru diperkenankan untuk istirahat. Tahukah kamu bahwa untuk setiap 45 menit siswa di Finlandia belajar, mereka berhak mendapatkan
rehat selama 15 menit? Orang-orang Finlandia meyakini bahwa kemampuan
terbaik siswa untuk menyerap ilmu baru yang diajarkan justru akan datang, jika
mereka memilliki kesempatan mengistirahatkan otak dan membangun fokus baru.
3.
Siswa
SD-SMP di Finlandia Cuma Sekolah 4-5 Jam/hari. Buat Siswa SMP dan SMA, Sistem
Pendidikan Mereka Sudah Seperti di Bangku Kuliah
Tidak hanya jam
istirahat yang lebih panjang, jam sekolah di Finlandia juga relatif lebih
pendek dibandingkan negara-negara lain. Siswa-siswa SD di Finlandia kebanyakan
hanya berada di sekolah selama 4-5 jam per hari. Siswa SMP dan SMA pun
mengikuti sistem layaknya kuliah. Mereka hanya akan datang pada jadwal
pelajaran yang mereka pilih. Mereka tidak datang merasa terpaksa tapi karena
pilihan mereka.
4.
Finlandia
Percaya Bahwa Semua Murid Itu Seharusnya Ranking 1
Setiap
siswa di Indonesia berlomba-lomba untuk mendapatkan ranking terbaik di
kelasnya. Ternyata konsep ini tidka berlaku di Finlandia. Mereka tidak mempercayai sistem ranking atau kompetisi yang
pada akhirnya hanya akan menghasilkan ‘sejumlah siswa pintar’ dan ‘sejumlah
siswa bodoh’. Walaupun ada bantuan khusus untuk Strategi itu terbukti berhasil karena saat ini Finlandia
adalah negara dengan kesenjangan pendidikan terkecil di dunia.
5. Guru Masuk dalam Jajaran Pendapatan Paling Tinggi di Finlandia
Fenomena guru honorer Indonesia yang terus berteriak jika
gaji mereka sangat tidak layak, sepertinya tidak akan pernah terjadi di
Finlandia. Guru di sana adalah profesi yang sangat dimuliakan. Tidak sembarang
ornag bisa menjadi guru. Dengan demikian, pendapatan guru di Finlandia pun lebih dari 2 kali lipat dari
guru di Amerika Serikat.Tidak peduli jenjang SD atau SMA, semua guru di
Finlandia diwajibkan memegang gelar master yang disubsidi penuh oleh pemerintah
dan memiliki tesis yang sudah dipublikasi.
6. Ujian Nasional Tidaklah Perlu
Orang yang pro dilaksanakannya ujian nasional di
Indonesia, sepertinya harus memperhatikan apa yang terjadi di Finlandia. Pemerintah Finlandia meyakini bahwa guru adalah orang yang paling
mengerti kurikulum dan cara penilaian terbaik yang paling sesuai dengan
siswa-siswa mereka. Diversitas siswa seperti keberagaman tingkatan
sosial atau latar belakang kultur menjadi perhatian khusus seorang guru sehingga
guru di sana dapat mengembangkan
potensi siswanya
secara maksimal. Tidak
diperlukan lagi tes secara nasional untuk menunjukkan kualitas pendidikan
bangsa. Mereka sangat percaya gurulah yang dapat melaporkan bagaimana kualitas
siswa-siswanya.
Sumber Bacaan:
Iqbal K. 2015. “ Perbandingan Pendidikan Indonesia dengan Finlandia”. https://www.atmago.com/posts/perbandingan-pendidikan-indonesia-dengan-finlandia_post_id_07b972c8-79de-473d-aa9e-aa5311a86c89. Diakses pada 23 Juli 2019.
Sumber Gambar:
http://ihsanilreggies.blogspot.com/2017/02/sistem-pendidikan-indonesia-vs-sistem.html

Komentar
Posting Komentar